Skip to main content

Posts

Brief Answers to the Big Questions - Stephen Hawking

  (curhat sambil semi review buku) I used to think of Stephen Hawking as someone sarcastic and bitter as Richard Dawkins. (Kalau ada yang pernah baca bukunya Dawkins, misalnya yang the God Delusion, pasti mengenali kekhasan cara pandangnya terhadap kreationisme dan hal gaib lai nnya. Kaku bener beb kayak kanebo kering.😅) Secara mendasar, sama seperti Dawkins, Hawking pun menolak kreationisme. Tapi, Hawking expressed  his belief about creationism and other big questions humans have ever had in a kind and humorous way. He did not diminish the magical feeling toward the awe-inspiring universe. But at the same time was also trying to rationally explain how this remarkable world works. Jadi kayak bisa bikin pembaca over-optimistic dan bodoh seperti saya merasa it’s okay to questioning everything sambil tetap hopeful about life… He certainly was a lovely and witty man. Dalam bukunya, Brief Answers to the Big Questions, Hawking menjelaskan konsep-konsep theoretical ph...

Life is Happening to Challenge You

Life is happening to challenge you.  Everyday is a process of learning something new.  A process to knowing yourself better.  A process to diminishing your egoistic state. The key to a peaceful life is to give more attention to the present moment.  Focus on being friends with the present moment.  The present is not just a means to an illusionary end.  It is the only thing that is real.

Non-attachment

There was a time, when I felt happy almost every day. I was carefree, having the time of my life. Lucunya, dulu waktu lagi puncak-puncaknya bahagia itu, justru aku sering merasa berat hati. Pernah, suatu sore, di tengah menghabiskan waktu dengan teman sambil menikmati pemandangan indah, aku hampir menangis. “Sunsetnya indah banget ya… Aku jadi pengen nangis.” Si teman terheran-heran, “Lho... Kenapa malah pengen nangis?” “Nggak, maksudnya karena terharu hehe,” buru-buru aku jawab. Padahal kenyataannya bukan semata-mata karena terharu. Tapi lebih karena resah menyadari kesenangan ini cepat atau lambat akan berlalu. Aku ingin waktu berhenti demi bisa senang terus. I was addicted to the pleasure. I was always wanting to have more. I just couldn’t stand the idea of experiencing any less pleasurable moment, let alone any hardship. Sekarang, hidupku berjalan lebih biasa-biasa saja dari masa itu. Lebih datar. Kadang juga terasa lelah dan penat. Yet, I am stran...

The Good Place.

Sebenernya aku bukan tipe yang suka nonton film series, simply karena takut ketagihan dan ganggu kerjaan. Yang mana daripada beneran terjadi saat aku nonton drama korea haha. Sampai kadang jadi nggak produktif di kantor karena jam 2an siang gitu ngantuk banget. Tapi, karena libur akhir tahun kemarin aku cukup selo, akhirnya aku memilih nonton The Good Place. Dan ku suka banget banget! The Good Place Poster ( Source ) Secara singkat, menurut wikipedia, kisah The Good Place adalah sebagai berikut: Eleanor, a deceased saleswoman who lived a morally corrupt life, finds herself in a heaven-like afterlife in a case of mistaken identity and tries to hide her past in order to stay there. The Good Place bicara tentang moral ethics dan teori-teori filsafat tapi dibawakan dengan ringan dan sangat lucu. Aktingnya juga bagus bagus banget. O my God. Favoritku adalah aktingnya The Judge yang super cringey but hilarious, Shawn, Janet yang kayaknya layak dapet nominasi penghargaan, ...

Brandy and Acceptance

The first time I heard this song, I wasn’t really listening to its lyric. Aku cuma menikmati iramanya yang asik, yang bikin aku menghentakkan kaki dan menggoyangkan kepala. Kali kedua dengerin, aku semakin tertarik nih sama liriknya. Aku mulai kepo lagu ini bercerita tentang apa. Ternyata lagu ini adalah kisah seorang gadis bernama Brandy. Dia kerja di sebuah bar nearby a huge port somewhere in a western bay . Banyak pelaut yang singgah di bar itu. Melihat Brandy, mereka berkomentar, “ Brandy, you’re a fine girl. What a good wife you would be! Yeah your eyes could steal a sailor from the sea. ” Bagian lirik yang ini bikin aku membayangkan Brandy adalah gadis cantik berambut pirang dan bermata biru. Ia murah senyum, kenal semua pelanggannya, dan sangat cekatan saat bekerja. Everybody loves Brandy . Lalu mulailah lagu ini bercerita tentang liontin yang dikenakan Brandy. Ada nama seorang pria dalam liontin tersebut. Brandy tampaknya mencintai pria ini. Dia seorang pelaut ya...

Listen to Yourself

Apakah kita hidup driven by listening to our truest self dan keikhlasan pada takdir atau driven by kekuatiran dan ketakutan kita pada hal-hal yang sebenernya nggak esensial? Mendengarkan diri sendiri nggak sama dengan egois. Mendengarkan diri sendiri berarti menjadi ikhlas dan merdeka. Ikhlas kalau harus kerja keras tanpa pujian. Merdeka walau denger omongan judgmental orang lain. Saran dari orang bisa jadi cerminan untuk lebih mengenal diri. Tokoh idola bisa jadi inspirasi untuk ambil keputusan. Tapi, at the end of the day, yang paling perlu didengerin ya kata hati sendiri yang sejujur-jujurnya. Bukan kata hati yang mengkritik atau yang hanya lagi pengen dianggap keren orang lain.

21.09

Harusnya

Pantai Glagah, Kulonprogo Manusia sering tersiksa sendiri karena suka pakai kata "harusnya". Beberapa contoh: - Dua orang yang saling mencinta, harusnya bersama selamanya... Nyiksa! - Lulusan Perguruan Tinggi ternama harusnya kerja di perusahaan besar dengan gaji fantastis... Nyiksa! - Jadi anak muda harusnya banyak banyak traveling biar banyak pengalaman... Nyiksa! - dll, dsb, dkk. Jika berani menghapus kata "harusnya", maka kita bisa melihat hidup dari perspektif yang berbeda. If the best things in life can happen to us, why can't the worst too? Menghapus kata "harusnya" bukan berarti kita jadi orang yang apatis dan tidak mengusahakan yang terbaik, tapi justru membuat kita punya kemampuan berdamai dengan jalan hidup. Entah saat senang atau sedih, saat bangga atau kecewa, saat sesuai atau tidak sesuai harapan, kita tetap bisa sejahtera, bersyukur, & mindful.  posted on instagram 12/8/2018

Siang di Kecamatan Karanganom

Aku mengecek hape. Jam digital menunjukkan angka 10.47. Sudah menuju tengah hari. Aku duduk di bangku rotan panjang di depan salah satu ruangan di gedung kantor Kecamatan Karanganom. Panas sekali rasanya. Jas  almamater ku lepas dan aku mengipas-ngipaskan tangan ke leher dan dahiku. Dari dalam ruangan terdengar suara koordinator mahasiswa unit (Kormanit) ku dan beberapa teman dari unit lain di Kecamatan Karanganom sedang berbincang dengan salah seorang petugas kecamatan. Tadinya, aku sempat mau ikut masuk, tapi demi melihat ruangan yang sudah penuh dan entah gimana aku yakin obrolannya pasti panjang dan membosankan, aku lebih memilih duduk-duduk di teras saja. Desir angin kadang terasa, kadang tidak, tapi kalau terik matahari sih selalu ada. Kepalaku agak sakit, kayaknya overheat . Aku menyandarkan diri ke lengan kursi, berusaha mencari posisi yang nyaman untuk mengurangi sakit kepalaku. Belum sampai lima menit aku nemu posisi yang nyaman, datang seorang bapak dengan motor...

KKN - Awal

Beberapa bulan jauh sebelum KKN-PPM UGM resmi dilaksanakan, aku bergabung dengan sebuah tim yang berencana untuk mengabdi di Timur Indonesia, tepatnya di Desa Saporkren yang terletak di Kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat.

Children and Being Sweet to Strangers

Children sometimes have a remarkable way to give adults life lessons. One of the lessons I get a few weeks ago is to be less suspicious to strangers. Just relax and give your best smile to strangers. Who knows what impact could your smile brings to that stranger life. :) Para siswa SMP suatu SLB. Perhatikan, nggak ada yang nggak ketawa di foto ini. Their circumstance doesn't keep them from laughing so hard.:")

A glance at 2016

Happy New Year 2017! Can’t believe how fast the time goes by. We are already getting to the first weekend in 2017! Phew. Looking back at 2016, there were tons of beautiful memories I’d made. Over all, I was just simply feeling content. Belajar dan tersadar. So here are a few highlights (And lowlights) of my 2016.

Hape Wafat

Hapeku wafat. Tamat. Sudah dibawa ke tempat servis pun, ia tidak tertolong. Ya sudah. Aku kabarkan pada orangtua. Saat ditawarkan yang baru, aku bilang nggak perlu buru-buru. Aku menikmati banget nggak punya hape yang canggih. Sekarang aku hanya memakai hape cadangan yang sejak zaman Maba aku simpan. Blackberry Bold. Super jadul, gengs. To make it worse (or better – in my case) , ini BB nggak bisa dipake bbm-an. Entah kenapa. Ada yang salah dengan identitas e-mail untuk registrasi bbm. Soalnya dulu BB ini memang bukan punyaku. Entahlah, nggak paham juga dan nggak begitu peduli juga hehe. Aku merasa sangat amat damai. Aku jauh lebih sehat mental. Informasi yang sampai kepadaku ter- filter dengan baik. Tidak perlu lagi kuhadapi notifikasi kurang penting yang mengganggu proses real life ku. Kalau orang nyari aku dan itu urgent , then they’ll find me through sms atau telpon. Semua sosmed kutinggalkan. Instagram, Facebook, Twitter, Line… Apa lagi, coba? Sebutkan. Semuanya nggak ...

Terima

Di SMA dulu, setiap hari Sabtu selalu ada ekskul. Suatu kali, guru kesayangan kelas ekskulku tidak datang. Aku beserta teman sekelas protes keras. Kami kecewa. Segala usaha kami kerahkan demi mendesak pihak sekolah mendatangkan guru kesayangan kami. Apa daya, situasi lah yang ternyata menahan datangnya sang guru kesayangan. Pada akhirnya, seorang guru lain yang menangani masalah ini menghibur, “Sudah ya. Kita sama-sama tahu, bahwa tidak semua dalam hidup kita terjadi sesuai dengan yang kita harapkan. Ya kan, nak?” Klise. Simpel. Tapi menusuk. Kembali kurasakan kemarin. Line ku hilang. Semua history chat terhapus. Awal mulanya, hanya karena hapeku ngehang dan entah apa maunya hape tua ini, begitu kupencet tombol home akun line, aku malah ke log out. Panik, aku mencoba bertanya pada orang di kanan dan kiriku. Saat itu masih kelas. Aku sempat keluar kelas menuju kamar kecil dan berpapasan dengan seorang teman. Dia juga tidak paham. Katanya, ‘udah coba googling belum?’ Ah benar ju...

Kuliah Tahun 3

Suatu malam di sebuah kedai minuman, Nina dan aku belajar bersama untuk UAS. Di tengah sesi belajar, sesekali kami mengecek media sosial dan all of the updates in it. Nina menunjukkan snapgram salah satu anak Palapsi 2016 yang sedang berplesir bareng anak 2015. Nina        : Seneng ya ngelihat anak 2015 sekarang akrab banget sama 2016. Lihat nih, udah nggak ada 2014 nya samsek yang ikut main. Eunike    : Iya ya :”) Nina        : Hmm. Udah masanya mereka sih ya emang… *pandang-pandangan* *make cry face together* *HUHUHUHUHU* #TersadarTua #BaladaKuliahTingkat3 #BentarLagiKKN #HabisItuSkripsi #HabisItuLulus #OhGod.