Skip to main content

Non-attachment


There was a time, when I felt happy almost every day. I was carefree, having the time of my life.

Lucunya, dulu waktu lagi puncak-puncaknya bahagia itu, justru aku sering merasa berat hati.

Pernah, suatu sore, di tengah menghabiskan waktu dengan teman sambil menikmati pemandangan indah, aku hampir menangis. “Sunsetnya indah banget ya… Aku jadi pengen nangis.”

Si teman terheran-heran, “Lho... Kenapa malah pengen nangis?”

“Nggak, maksudnya karena terharu hehe,” buru-buru aku jawab. Padahal kenyataannya bukan semata-mata karena terharu. Tapi lebih karena resah menyadari kesenangan ini cepat atau lambat akan berlalu. Aku ingin waktu berhenti demi bisa senang terus.


I was addicted to the pleasure. I was always wanting to have more. I just couldn’t stand the idea of experiencing any less pleasurable moment, let alone any hardship.

Sekarang, hidupku berjalan lebih biasa-biasa saja dari masa itu. Lebih datar. Kadang juga terasa lelah dan penat.

Yet, I am strangely feeling content. I am more aware of what is happening. I accept things happen as they are. I am okay with having fewer exciting moments.

A few days ago I even found myself fall asleep with a smile in my face, feeling incredibly grateful for simple things in life. It’s not that my life is problem-free, it’s just that I know things come and go and it would be a waste to anchor my happiness on those ephemeral stuff.

I have found what it’s like to be a minimalist. I begin to understand the notion of non-attachment. And now I am learning to appreciate the beauty of an experience, a relationship, or a possession without having any unnecessary attachment to it.

Comments

Popular posts from this blog

The Good Place.

Sebenernya aku bukan tipe yang suka nonton film series, simply karena takut ketagihan dan ganggu kerjaan. Yang mana daripada beneran terjadi saat aku nonton drama korea haha. Sampai kadang jadi nggak produktif di kantor karena jam 2an siang gitu ngantuk banget. Tapi, karena libur akhir tahun kemarin aku cukup selo, akhirnya aku memilih nonton The Good Place. Dan ku suka banget banget! The Good Place Poster ( Source ) Secara singkat, menurut wikipedia, kisah The Good Place adalah sebagai berikut: Eleanor, a deceased saleswoman who lived a morally corrupt life, finds herself in a heaven-like afterlife in a case of mistaken identity and tries to hide her past in order to stay there. The Good Place bicara tentang moral ethics dan teori-teori filsafat tapi dibawakan dengan ringan dan sangat lucu. Aktingnya juga bagus bagus banget. O my God. Favoritku adalah aktingnya The Judge yang super cringey but hilarious, Shawn, Janet yang kayaknya layak dapet nominasi penghargaan, ...

The First Post(s)

Orang bilang, the first step is the hardest. I can't agree more. The first step of anything, termasuk menulis blog, adalah susah. Ini yang membuat gue sangat ingin tahu apa yang orang tulis di blog mereka pertama kalinya. Biasanya setiap melihat blog-blog dengan materi dan layout yang keren, gue selalu ngecek first postnya. Dan setelah gue perhatikan, the first post biasanya simpel dan cenderung kaku. Tapi, pada tulisan-tulisan berikutnya bakal terlihat gimana perkembangan blog itu. Blog yang jadi inspirasi gue saat ini adalah A Cup Of Jo . Buka link-nya dan lihat betapa kreatifnya si Joanna Goddard. Sekarang take a look at her first post . Nah! Kelihatan kan bedanya. Meskipun ada materi yang mirip, tapi cara penyajian yang sekarang lebih menarik. Ini ada beberapa contoh blog keren and their first post: 1. Blognya Trinity, The Naked Traveler now and then 2. Windy Ariestanty's blog and its first post 3. Little Green Notebook  d...